Aceh Timur, persisbanten.com - Tim PERSIS (Persatuan Islam) Peduli pada hari Senin, (15/12/2025) sebagaimana dilansir Lazpersis, kembali melaksanakan giat kemanusiaan di wilayah terdampak banjir di Aceh Timur pada Senin, 24 Jumadil Akhir 1447 H / 15 Desember 2025. Kali ini, distribusi bantuan difokuskan di Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jeni, Kabupaten Aceh Timur, sebuah wilayah perbatasan dengan Aceh Tamiang yang hingga kini masih terisolasi akibat rusaknya akses darat.
Dengan medan yang sulit dan jalur darat yang belum dapat dilalui, tim menempuh perjalanan menuju lokasi menggunakan perahu boot, dengan waktu tempuh sekitar 5 jam saat berangkat melawan arus dan 3,5 jam saat kembali sehingga total perjalanan pulang-pergi mencapai 8,5 jam. Perjalanan ini memerlukan biaya operasional sebesar Rp2.000.000, di tengah kondisi desa yang hingga kini belum tersambung aliran listrik.
Setibanya di lokasi, Tim PERSIS Peduli melakukan distribusi logistik kebutuhan dasar kepada warga terdampak. Bantuan yang disalurkan meliputi beras, telur, mi instan, minyak goreng, air minum, biskuit, terpal, tikar plastik, serta kebutuhan khusus bagi ibu dan anak seperti susu balita, susu ibu, dan bubur bayi. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga yang telah berminggu-minggu bertahan dalam keterbatasan, di tengah genangan, lumpur, dan ketidakpastian.
“Kondisi di Desa Batu Sumbang sangat memprihatinkan. Akses darat masih terputus, listrik belum menyala, dan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal. Bantuan ini mungkin belum seberapa, tetapi kami ingin memastikan bahwa masyarakat terdampak tidak merasa sendirian menghadapi musibah ini,” ungkap Nopi Farid selaku Kordinator Tim PERSIS Peduli bencana Sumatra.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan, Desa Batu Sumbang terdiri dari dua dusun, yakni Dusun Titi dan Dusun Nining Jaya, dengan total 135 kepala keluarga. Di antara mereka terdapat 11 ibu menyusui, 1 ibu hamil, serta sekitar 100 balita dan anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus. Dampak banjir di desa ini tergolong berat, dengan 65 unit rumah hanyut, 35 unit rusak berat, dan 15 unit rusak sedang. Selain itu, satu masjid mengalami kerusakan ringan, satu unit SD Negeri, serta satu unit PAUD mengalami kerusakan sedang, dan posyandu rusak berat.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan warga masih sangat mendesak. Selain sembako, warga membutuhkan pakaian layak pakai untuk dewasa dan anak-anak, perlengkapan ibadah, alas tidur, terpal, kelambu, pampers, pembalut wanita, perlengkapan kebersihan, baby kit, makanan ringan anak-anak, hingga dukungan listrik tenaga surya sebagai sumber penerangan sementara. Di desa ini, malam hari masih dilalui dalam gelap, hanya ditemani lampu seadanya dan harapan akan datangnya pertolongan berikutnya.
Distribusi bantuan ini bukan sekadar penyaluran logistik, tetapi juga menjadi pesan bahwa mereka tidak sendirian. Di tengah rumah yang hanyut dan aktivitas hidup yang terhenti, kehadiran bantuan menjadi penguat batin bagi warga untuk tetap bertahan dan bangkit kembali.
Nopi Farid pun menerangkan, “Kami melihat langsung ketabahan warga, terutama ibu-ibu dan anak-anak yang bertahan dalam keterbatasan. Karena itu, kami mengajak masyarakat luas untuk terus menyalurkan kepedulian melalui infak dan bantuan berkelanjutan, agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan merata.”
Demikian laporan giat PERSIS Peduli di Desa Batu Sumbang. Perkembangan dan kebutuhan lanjutan di wilayah terdampak akan terus kami pantau dan informasikan pada kesempatan berikutnya.
Bagi yang hendak melanjutkan kebaikan menolong korban bencana Sumatra, bisa langsung akses link ini: Infak untuk Korban Bencana Sumatra
Infak kebencanaan pun bisa langsung ditunaikan melalui rekening:
BSI 711 2222 507 a.n. LAZ PERSIS Konfirmasi Transfer: 0819-2255-523 (WhatsApp)
Bagi yang hendak menunaikan zakat, bisa langsung melalui link ini: Link Bayar Zakat.
Reporter : Hafidz Fuad Halimi
Editor : Ratu Nizma
Comments (0)